Tampilkan postingan dengan label Romantic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Romantic. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 April 2012

Indah bukan suram sayang
Kau melambai dari kejauhan
Berita tentang syurga ku rasa
Isyarat Boneka di Gerbang kereta

Terpaku aku hanya bisa
Membalas lambaian tak kuasa
Akhirnya kau berkata suram
Padahal itu adalah keindahan

Tenangkan saja jiwa mu sayang
Perbedaan dimensi takkan membuat kita terpisah
Di Ujung gerbang aku akan menanti
Kereta berhenti membawa mu kembali

Kembali dalam dimensi seharusnya kita sama
Ini keindahan yang ku maksud adanya
Bukan semata-mata spekulasi jiwa
Pahami saja situasi ini

Kita akan terlelap dalam mimpi
Tatkala terbangun aku akan memeluk mu erat
Bersama kucing si manis milik mu
Kami tersenyum saat itu

Percaya saja,
Hati mu takkan mati untuk ku
Begitu sebaliknya
Aku juga merasakan hal yang sama

Nikmati saja setiap detiknya
Sepotong kayu takkan menyiksa kematian
Bunga akan selalu bertaburan
Di bilik aku akan mengagetkan mu

Seperti waktu itu kita bermain petak umpet
Kau sembunyi dibalik tirai
Tergopoh aku mencari berjam-jam
Tapi aku selalu menemukan mu

Begitu seharusnya cerita kita
Selalu berwarna
Tinta dan kertas akan selalu ada
Saat aku menulis cerita cinta kita berdua
Percaya saja

Rabu, 11 April 2012

Penjajah Cinta

Kompeni cinta telah menjajah ku dalam buaiannya, mengerti kah begitu lembutnya prahara jenaka yang diikatkan dalam leher kehidupan ku, mengerti kah aku terjerat erat, mengerti kh?

Selasa, 10 April 2012

Tak ada bintang untuk malam ini, walau ada hanya sekilas saja, cahayanya mulai nampak, kalajengking pun berkhotbah tentang awan, langit dan bintang, tapi kawanan srigala melindasnya dalam buaian tanah, gelap hanya yang didapat denyut nadi, helaan nafas yang tersedu-sedu di teras belakang, memilukan suara senggama kenikmatan, padahal di luar iblis mengepakkan sayap cantiknya, memulai senggama bintang.

Selasa, 06 Maret 2012

Semu

Aku terlalu sibuk dengan dunia ku, sehingga ku lupa akan indahnya dunia mu.
Di atas rel kereta ku titipkan hasrat semu, terlindas dan musnah
sehingga tak ku dapati dunia ku, dan dunia mu hanyalah fatamorghana.

Rabu, 29 Februari 2012

Wajah-Wajah Derita

Hampir senja, sejenak menoleh mata ke barat
Telah nampak wajah-wajah kesedihan menanti
Bermesraan dengan bukit yang hampir berkabut
Hampir tiap hari, ku saksikan wajah-wajah itu
Seperti tak berhasrat hidup
Cinta telah membunuh mereka 
Kesunyian telah membalut mereka dengan jubahnya
Dan ini ku nikmati sendirian
Walau ku coba tuk sembunyi, menutup mata dengan jemari
Wajah-wajah itu terlihat lagi seperti hantu saja
Mengajak raga berdendang dengannya, menyaksikan senja dan menyambut gelapnya malam.Pada akhirnya jiwa mati walau raga tetap perkasa.
 

Firasat

Hujan pun turun di perempatn,dingin dan berangin
Seperti hati yang telah mati
Cinta telah membunuh raganya dengan pedang
Pengharapan cinta yang pupus,saat ku tahu hatinya tak mengiba pada ku.tapi aku akan tersenyum bahagia karena ku tahu firasat ku benar,dia munafik.

Jumat, 27 Januari 2012

Musim Semi

Bukan tentang kemarau
Bukan tentang gerimis hujan
Di sini bunga sepatu bermekaran
dan bunga sakura tengah melambaikan tangannya dari kejauhan

Jumat, 20 Januari 2012

Menunggu di Bilik

Sementara aku rindu
Menunggumu di bilik ini sendirian
Berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu
Tapi kau tak pernah datang 
Menemuiku di bilik ini
Aku rindu wajah mu di bilik ini

Bosan

Gairah hidup ku telah hilang melayang
Keterasingan asa ku berharap ada di kesunyian sendirian
Mati dan hidup lagi
Begitu seterusnya sampai aku berkata
Aku mencintai mu di beranda ini

Kamis, 12 Januari 2012

Sunyi

Kan terasa sunyi,ujar ku berkata lampu-lampu telah padam. 
Tak ada siapa dan apa-apa,
hanya aku dan angin mlm, 
bulan dan gemintang.
Sementara kau berucap ramai,
ini situasi gelap syg, bukn terang.
Tak jls nmpak,kau pun brdiri melotot pd gelap. 
Tak ada apa dan siapa,ini timur ke barat.
Cukup kan saja di sini brhenti sejenk, berdiam dan melotot pada gelap.

Jumat, 06 Januari 2012

Rayuan Cinta

Masih ingat saat ku buatkan puisi cinta untuk mu,ah gombal kau bilang..kembli tangan dan hatiku berimajinasi dan merangkai kata cinta untuk mu, kau kembali bilang, jangan merayu, untuk yang lain saja..Tapi hatiku tak bisa untuk yang lain..untaian bait-bait syair selalu bernafas untuk mu..kau pesona inspirasi jiwa..tak perlu yang lain, hanya kamu dan kamu saja kereta senja ku..kau dawai asmara ku..hanya kamu dan kamu saja..seandainya kau tau itu

Kidung Cinta

Tiupan mesra angin malam membawa kereta senja ku terlelap diperhentian.Berbalut jubah dewata berlapis gandarwari siap menuai mimpi.Malam yang dingin...adakah yang lebih mesra dari dekapan cintA?CintA begitu indah,amarahnya adalah butiran kemesraan, kecewanya adalah bukti kesungguhan,sejarahnya akan selalu membekas dalam jiwa..itulah cinta..begitu puitis,dramatis,penuh canda,,tp kadang bikin sakit..

Pecinta

Biarkan malam ini untuk para pecinta
Bersenandung dan menari untuk kesenangan
Ialah tarian bidadari di tepi telaga kasih
dan alunan kecapi yang berirama syahdu.

Mabok gila-gilaan berpesta hati malam ini.
Siraman air hujan akan membebaskannya dari kekeringan
Jangan bantah keangkuhannya, karena keangkuhannya adalah bukti ketulusan
Dia berjalan di rel-rel asmara,bukan tersesat tapi berdendang dengan kegelapan.

Wanita Licik

Akhirny firasat lelaki ku terungkap sudah, sama seperti yg laen-tak-ada beda, rintihan patah hati yang dia erangkan seakan "ilusi" saja..dia bilang sakit luar biasa dan cinta telah meninggalkannya jauh..tapi firasat ku mendustakannya dan ternyata benar bahwa cintA telah mendekapnya kembali begitu kuat..wanita seperti apa yang berjalan dalam kabut..misterinya luar biasa dan berbisa..

Sabtu, 31 Desember 2011

Sajak Malam

Wahai Pemuja Malam
Bisikan Lamunan ku dengan Butiran Cinta
Rangkul Tubuh ku dengan selimut Asmara
Dendangkan dengan Nyanyian Syurga
Bentangkan sayap mu
dan, Bawalah Aku Terbang
melayang Menuju Langit Jingga
dan suguhkan dahaga ini dengan Anggur Nirwana
Bersama Para Peri, Putri dan Bidadari
Menikmati indahnya Malam ini
Malam Para Pecinta

Sabtu, 29 Oktober 2011

PECUNDANG

Telah tiba  
Saat di mana rasa menjadi asa
Ketakutan menjadi biasa
Dan cinta menjadi maya
Ketika kau menjauh dari syurga  

Rabu, 12 Oktober 2011

"Hantu Cinta"

Malam ini,
Hantu datang merangkul tubuh ku
Kencang dan kuat mencengkram raga
Sampai  bertekuk lutut dan wajah pun menyentuh tanah

Sembari bibirny menguping ditelinga ku
dan berbisik mesra...
Lupakan hasrat untuk bertemu cinta

JENAZAH CINTA

Malam ini,
Janji itu genap 1 abad. Dihiasi Pucuk Purnama sebagai Saksi sejarah
Pertautan dua wajah Di ujung jalan. Diam dan kaku tanpa hela nafas
Sembari tangan yang berjabat, perlahan terlepas, padahal tidak ingin dilepas.
Bisikan hantu-hantu mengambil kemesraan dua wajah di lampau purnama