Tampilkan postingan dengan label Reality. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reality. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Februari 2012

Orang Aneh

Hari ini,
Sebuah kata "aneh" untuk hati terulang kembali
Kata yang hilang bertahun-tahun
Kembali hadir dan bersemi dalam tumpukan mayat
Membuka kenangan yang tertimbun dalam kubangan
Sebuah caci-maki dewata ku pikir
Atau senandung iblis gila
Mengalir dalam lirik
Judul yang sempurna untuk sebongkah jiwa
Sedangkan ini fakta
Tak ada guna jiwa membela diri
Ini realita yang sempurna
Ku pasrahkan saja terhadap fenomena dewata ini
Ku bawa bersenandung dari pada harus kecewa
Dan Inilah aku yang terlahir dalam buaian syurga
Itu saja

Jumat, 03 Februari 2012

Sastrawan Jalanan


Saat ku berjalan,
Biarkan kabut membungkus ku dengan birahinya
Aku tak peduli

Berjalan saja                           Mentari nanti akan menuntun ku
Keluar dari kabut

Dari wajahnya, ku lihat itu
Senyum simpul harapan
Sebuah harapan kecerahan

Sastrawan jalanan
Kata mu teman
Ya, sastrawan jalanan
Kamu benar kawan

Sabtu, 28 Januari 2012

Pagi

Hilang sudah bayangan
saat pagi menyapa
tak ada hasrat malam merayu
telah lenyap diperhelatan

Takdir pun telah diukir lagi
Bukan takdir hari kemarin
dia berdetak untuk hari ini
Apakah esok akan binasa

Tak peduli siapa dan untuk apa
Semua bercerita tentang cinta
Dan kau berbicara lara
Tapi aku tak peduli

Inilah pagi
Bukan persoalan senja dan malam
Tak ada bayangan mimpi di sini
Kenyataan telah melambaikan sayapnya

Maka cukupkan saja di sini
Berita tentang gelap dan malam
Cerita tentang lara dan kegelisahan
Ceritakan saja apa yang terjadi pagi ini

Minggu, 22 Januari 2012

Sebatang Rokok

Terakhir, kulihat kau terbungkus dengan candu
Bersama kopi si sahabat pagi mu
Bercanda di beranda
Lepas dan bebas 

Menari bersama saat kau berjalan di awan
Hingga petang pun kau tetap sama
Selalu begitu, begitu selalu
Tertawa-tawa membuat gumpalan awan

Di ladang sang nyonya sementara
Memetik tembako
Bersama jarum-jarum mesin meracik dan membalut 
Untuk mu dengan mesra dan keindahan

Walau akhirnya
Kau kembali di beranda
Bersama sahabat mu kopi dan bapak tua

Jumat, 20 Januari 2012

Buang Sial

Buang sial,
Mandi saja dengan kembang 
Sambil luluran dengan kemenyan 
di Tengah malam

Tapi Awas...!!tipu daya dukun cabul
Cari yang berkelas seperti dukun artis
dukun pejabat juga boleh
untuk buang sial kata mu 

Rabu, 18 Januari 2012

Kembali Ke Beranda

Ini sudah petang
Bukit hampir menghilang sayang
Rumputnya lenyap di sabotase para domba 
Maka pulang saja

Tak ada pesta di bukit untuk malam ini
Mentari senja mulai berkedip-kedip
Matanya bukan terlalap debu
Tapi awan malam akan segera membungkusnya

Pulang saja sayang
Kursi kayu telah menunggu mu dari tadi
Sudah dua minggu dia kau telantarkan
Hampir patah dan berayap

Senin, 16 Januari 2012

Jika Malaikat Mengadukan Ku

Kemana aku bersembunyi
Jika Malaikat mengadukan ku
di bawah selimut TUHAN
atau di bawah ketiak iblis

Kemana ku mengadu
dan untuk apa mengadu dan diadukan
Malaikat yang tak pernah kompromi
Padahal segelas susu dan madu telah ku hidangkan

Minggu, 15 Januari 2012

Hampir Binasa

Pucat sudah kata jenaka di panggung sandiwara
Tak  perlu pakai bedak pun tak apa
Lebih natural buat pentas mu di atas sana
Tanpa ekspresi pun kau layaknya aktor kelas atas

Badut-badut saja akan menangis melihat mu
Wajah mu melankolis
Suara mu gemetar seperti mau mati saja
Maka, tak perlu pernak-pernik pementasan

Cukup sediakan kain kafan

Rabu, 04 Januari 2012

Siksa Kubur

Raga lelah dalam tanah
terhimpit dan mati juga
Tatkala perisai Malaikat tak bersayap
menopang sabda cinta
tak kuasa
hanya auman srigala yang tersisa
mati dalam pekat
terbunuh dalam gelap

Minggu, 01 Januari 2012

Malam Tahun Baru

Malam ini aku berdiri
di bawah guyuran air hujan
Terpaku tanpa kata-kata
Menahan sakitnya rasa dingin yang menguliti tubuh
Dentuman meriam kecil pun
Mulai terdengar juga
Diiringi suara lonceng Gereja

Rabu, 12 Oktober 2011

MENGERTI

Sebuah Mahkota Kecil Untuk Seorang Raja, dan Sebuah Kuil Kecil Untuk Seorang Biarawan, serta Gubuk kecil untuk seorang Pengemis Tua....Jangan Melihat, Jangan Menyapa, Jangan Mengiba Terhadap Fenomena Yang Kita tidak tahu Kebenarannya.
Realita Kehidupan yang kadang terlupakan, karena kita berada di negeri atas awan...3 dimensi kekuasaan atas tanah, langit dan udara adalah realita mereka atas mahkota, kuil dan gubuk...dan kita hnya menusia biasa dalam kerangkeng Sang Pencipta...

Akhir Waktu

Sebuah Naskah Kehidupan Yang Tak Kunjung Usai....
Dengan Seribu Lakon
Dari A sampai Z
dan dari Z sampai A
Penuh Misteri
Berjuta Teka-Teki..
Ingin Digerayangi Jemari-Jemari Sang Sutradara
Adalah Mustahil adanya

AKU BUKAN SEORANG PENDONGENG

Kisah ini bukan untuk didendangkan
Apalagi untuk diagungkan
Naif diri untuk di mahkotakan

Hentikan Omong kosong tanpa fakta
Aku bukan dewa yg tau ttg udara, langit, bintang dan rembulan
Butiran mutiara saja tak prnah ku telan

Aku bukan Profesor, Doktor dan Insinyur
Penuh intelegensi, data dan imajinasi
Aku adalah kebohongan

KETIKA KU TAK TAHU KAPAN MALAM

Malam adalah suka
Malam adalah Duka
Malam adalah nestafa
Ketika ku tak tahu kapan malam

Malam adalah pagi
Malam adalah Siang
Malam adalah senja
Ketika ku tak tahu kapan malam

Kapan kh malam?
kapan semuanya menjadi pagi
Kapan semuanya menjadi siang
Kapan semuanya menjadi senja

"Nafsu, Hati dan Pikiran"

Diam,
Terdiam
Gerak
Tergerak
Jalan
Terjalan
Lari
Terlari
Duduk
Terduduk
Jatuh
Terjatuh
Kiri Lurus saja
Kanan Lewat saja
Lurus dan terus ke Jurang

Selasa, 04 Oktober 2011

Dunia Tanpa Judul

Ini ilusi yang sesungguhnya,
Pertaruhan kehidupan dan kematian 
Bertautan...
Berjingkrak-jingkrak berjalan dalam ruang gelap
Fatamorgana yang abadi
dan 1+1=0 terjawab sudah
Samar yang berujung maya
Mengaburkan kasat
Menyesatkan jiwa